Senin, 10 November 2014

DRAMA PELANGGARAN LALU LINTAS



Nurul: tersangka
IIN: tersangka
Ani:polisi
Kia:Polisi
Suatu hari iin dan nurul pulang kerumah mereka ingin mengambil tugas  rumahnya yang ketinggalan.
           Iin : “buku ku mana? Bagaimana ini pasti ketinggalan dirumah.”
           Nurul : “Kamu kenapa?”
           Iin : “Buku ku ketinggalan di rumah. Bagaimana ini? Sebentar lagi kita masuk.”
           Nurul : “Ya sudah sekarang kamu ikut aku kita ke rumahmu mengambil tugasmu.”
           Iin : “Baiklah.”
Nurul dan Iin menuju tempat parkir dan langsung melaju mengendarai sebuah motor. Saking terburu-burunya, mereka lupa memakai helm. Kebetulan pada saat itu, dua orang polisi sedang mengatur lalu lintas disekitar lampu merah dan mendapati Nurul dan Iin yang mengendarai motor tanpa menggunakan helm.
          Polisi:TIIT..
          Polisi: "Selamat siang dek,saya Briptu Ani dan Kia dari POLANTAS Barru"
          Nurul: "Siang kak.Maaf ada apa yah?"
          Polisi Kia: "Bisa tolong ditunjukkan SIM nya?"
          Iin: "Maaf kak saya belum punya SIM,saya belum cukup umur."
         Polisi Ani: "Trus kenapa kamu berani mengendarai motor tanpa memagang sim ditambah lagi tidak memakai helm?"
         Iin: "Saya lupa memakai helm kak,saya terburu-buru ingin mengambil tugas sekolah yang tertinggal di rumah kak."
         Polisi Kia: "Dari kesalahan yang kamu buat yaitu tidak menggunakan helm dan tidak mempunyai SIM, maka adik-adik sekalian melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (UU 22/2009), dalam Pasal 77 ayat (1) bahwa “setiap orang yang mengemudikan Kendaraan bermotor di Jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi sesuai dengan Jenis Kendaraan Bermotor yang dikemudikan.” Dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992.  Dengan hukuman pidana kurungan paling lama 4 (empat) bulan atau adik harus membayar denda paling banyak Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah)."
         Iin : "Maaf kak, saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi. Saya menyadari memang saya melanggar aturan lalu lintas."
         Polisi Ani: "Baguslah kalau adik sudah sadar dan tidak akan mengulangi kesalahannya lagi. Seharusnya adik ini diantar oleh orang tua atau naik angkutan umum karena adik tidak memiliki SIM untuk mengendarai motor."
        Iin : "Baik kak, saya akan mengikuti saran kakak."
        Polisi Kia: "Karena sudah melanggar peraturan, motor adik kami sita sampai ada orang tua atau wali yang bersangkutan datang mengambil kendaraan adik."
        Iin : "Baik kak, kami akan melaksanakannya sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan."
        Polisi Ani: "kalau begitu isi dan tanda tangani surat bukti pelanggaran berwarna biru ini. Dan setelah itu adik telfon orang tua adik untuk membayar denda di bank yang tercantum dalam surat tersebut."
        Iin: "Baik kak, klau begitu kami permisi dulu untuk mengurus semua yang perlu untuk diurus.
        Polisi kia dan ani: iya, kalau begitu terima kasih atas partisipasinya dan sampai jumpa dilain waktu."


Gambar Dan Video Tentang Pelanggaran Lalu Lintas

Pada gambar di atas dapat dilihat pelajar yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor ditilang oleh polisi. padahal dilihat dari umurnya, mereka belum boleh mengendarai sepeda motor.
Pada gambar di atas dilihat seorang pengendara yang ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas yaitu melewati jalur busway yang seharusnya tidak dia lewati. Melawan arus merupakan salah satu pelanggaran yang dapat mengakibatkan kematian bagi pelanggar peraturan tersebut.


Pada gambar di atas dilihat seorang pengguna sepeda motor tewas tertabrak mobil yang sedang melaju kencang. pada gambar diatas dapat dilihat sepeda motor korban melaju melawan arah jalan yang harus dia lewati. sehingga mengakibatkan kecelakaan mobi yang menabrak pengguna sepeda motor tersebut.


Pada gambar di atas dapat dilihat sebuah truk menabrak sebuah rumah. mengakibatkan truk dan rumah yang ditabrak mengalami kerusakan parah.



Senin, 20 Oktober 2014

NEGERI INI
Oleh : Resky Nurfajriani
Negeri yang dulu bagaikan surga
Kini telah menjadi neraka
Neraka yang sangat  kering
Bagai membakar seluruh raga
Membuat semua manusia
Berteriak tak ada habisnya


Pohon bicara lewat daunnya
Rumput bercerita lewat tariannya
Burung bernyanyi lewat kicaunya
Menyampaikan curahan hati manusia
Kepada Tuhan Yang Maha Esa


Betapa sengsara hidup kami
Korban dari hukuman yang diberikan olehmu tuhan
Korban dari kekejaman manusia
Betapa jahatnya mereka

Pohon ditebang habis-habisan olehnya
Dimusnahkan begitu saja dari bumi ini
Gedung gedung lah sekarang menjadi penggantinya
Yang membuat banyak polusi dikota ini



Minggu, 19 Oktober 2014

MIZONE

 
Mizone isi 500 ml
Komposisi: air,   fruktosa, gula, base mizone, perisa artificial  inspiring lechy lemon, pengatur keasaman, natrium klorida, kalsium laktat, magnesium sulfat, pengawet kalium sorbet, pengawet natrium benzoate, pemanis buatan.
 Klasifikasi Minuman:
   Kriteria Kemasan: botol
   Kriteria kandungan soda: Tidak bersoda
   Kriteria penyajian: Dingin dan Tidak dingin
   Kriteria Khasiat:  Berkhasiat obat
   Kriteria Harga: Rp 5.000,00
Hasil observasi
                                                                Mizone
           Minuman isotonic yang di perjual belikan ini dikemas biasanya dikemas dalam bentuk botol dan diproduksi secara besar-besaran oleh PT. TIRTA INVESTAMA. Mizone dijual hampir disemua tempat, tak kecuali warung atau usaha kecil sebagainya. Mizone tidak mengandung soda. Selanjutnya, mizone dapat disajikan dingin atau tidak sama sekali. Tapi, lebih banyak konsumen yang memilih untuk meminum mizone yang dingin.
          Pada minuman isotonic  ini dapat dibedakan  berdasarkan produknya dan keinginan konsumen. Karena konsumen dapat memilih rasa apa yang mereka sukai dan mereka dapat memilih apakah dingin atau tidak yang dia mau. Menurut khasiat, mizone merupakan minuman izotonik yang memiliki rasa dan aroma yang menyegarkan dengan 3 vitamin ( B3, B6, B12) dan elektrolit ( Na+, Mg2+, Ca2+). Kandungan vitamin yang dimiliki mizone baik untuk tubuh kita. Karena minuman isotonic ini dapat membantu mengganti cairan tubuh yang hilang karena aktivitas.